Cara Mengkonsumsi Kurma Ala Rasulullah
Meski
ukurannya yang relatif kecil, kurma sudah lama dikenal akan khasiatnya. Apalagi
untuk metabolisme tubuh. Buah ini dianjurkan untuk dimakan saat berbuka puasa
terlebih puasa ramadan karena manfaat yang dikandungnya. Ya buah kurma sangat
identik dengan Bulan Ramadan. Banyak kaum muslim pada bulan puasa mengonsumsi
buah berwarna coklat kehitam-hitaman dengan biji yang sangat keras ini sebagai
menu berbuka lantaran memiliki banyak manfaat. Tapi, tahukah Anda cara
mengonsumsinya?
Buah kurma sangat dianjurkan sebagai kudapan berbuka puasa. Sejumlah tulisan bahkan penelitian mengulas tentang faedahnya. Tapi tahukah Anda, ada sunah Rasullullah SAW yang menganjurkan mengonsumsi kurma dalam bilangan ganjil. Semisal, 1, 3, 5, atau 7 butir.
Dalam
hadis HR Bukhori dan Muslim, menerangkan salah satu keutamaan makan kurma.
"Barang siapa mengonsumsi tujuh butir kurma ajwah pada pagi hari, maka
pada hari itu dia tidak akan terkena racun maupun sihir". Lantas, apakah
benar dianjurkan berbuka puasa makan kurma harus berjumlah ganjil?
Seperti yang diajarkan Rasulullah SAW dan para sahabat. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya ada di antara pepohonan, satu pohon yang tidak gugur daunnya. Pohon ini seperti seorang muslim, maka sebutkanlah kepadaku apa pohon tersebut?” Lalu orang menerka-nerka pepohonan wadhi. Abdullah berkata: “Lalu terbesit dalam diriku, pohon itu adalah pohon kurma, namun aku malu mengungkapkannya.” Kemudian mereka berkata: “Wahai Rasulullah beri tahukanlah kami pohon apa itu?” Lalu, beliau menjawab: “ia adalah pohon kurma.” (HR Bukhori)
Dari literatur yang ada bahwa secara penelitian medis mengonsumsi buah kurma dalam bilang genap semisal 2, 4, 6, 8, dan seterusnya akan menghasilkan gula dalam darah dan potassium tanpa memberi banyak energi. Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Musthafa Mohamed Essa, Ph.D. dkk., menunjukkan kurma melindungi otak dari stres oksidatif dan peradangan. "Buah kurma adalah sumber serat makanan yang baik dan kaya fenolat total dan antioksidan alami, seperti anthocyanin, asam ferulat, asam protocatechuic, dan asam caffeic. Keberadaan senyawa polifenol ini dapat membantu dalam pengobatan penyakit Alzheimer," jelasnya. Ada juga, sebuah penelitian oleh Rock W et al. menyimpulkan kurma memiliki efek menguntungkan pada asam lemak jenuh dan stres oksidatif. Hal itu sering dikaitkan dengan masalah jantung dan memiliki potensi untuk mencegah atherogenesis yang mengarah ke penyakit kardiovaskular. Kurma yang dikolaborasikan dengan buah delima, kaya antioksidan dapat membantu mengurangi risiko stroke. "Kurma kaya berbagai phytochemical yang juga membantu mencegah penyakit jantung. Selanjutnya, kurma merupakan sumber potasium yang kaya. Terbukti kurma dapat mengurangi risiko stroke dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan jantung lainnya," ujar Rock.
• 7 Tips Jitu Agar Bisa Turunkan
Berat Badan Selama Ramadhan
Tapi,
uniknya, apabila mengonsumsi buah manis ini dalam jumlah ganjil, maka tubuh
bisa mengubahnya menjadi karbohidrat. Sehingga menambah energi dalam tubuh dan mengembalikan
stamina setelah seharian berpuasa. Akan tetapi, bagi penderita diabetes dan
masalah ginjal tidak dianjurkan mengkonsumsi kurma, kecuali dalam jumlah yang
sangat sedikit.
Manfaat konsumsi kurma dalam seminggu Namun tahukah Anda bahwa akan ada manfaat lain yang akan Anda rasakan apabila mengonsumsi tiga buah kurma setiap hari selama satu pekan. Berikut 7 manfaat kurma yang dijelaskan menurut hadist, antara lain :
1. Menangkal racun dan sihir.
Dalam Shahih Buhari dan Muslim, diriwayatan oleh Saad bin Abi Waqash, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam beliau bersabda ‘Barangsiapa mengkonsumsi kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun atau sihir'. Ajwah merupakan salah satu jenis kurma yang berasal dari Madinah, dikenal sebagai kurma Hijaz yang terbaik dari seluruh jenisnya. Bentuknya bagus, padat dan agak keras, namun termasuk kurma yang paling lezat, harum dan empuk. Biasanya kalau anda survey ke pasar, dia memiliki harga yang paling tinggi diantara yang lain.
3. Kurma mencegah pemiliknya dari kelaparan.
- Rumah yang tidak ada tamr (kurma kering) di dalamnya, akan membikin lapar penghuninya' (HR. Muslim no. 2046)
- Rumah yang tidak ada tamr (kurma kering) di dalamnya, seperti rumah yang tidak ada makanan di dalamnya' (HR. Ibnu Majah no. 3328)
Rosulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memberikan contoh dengan kurma ketika memerintahkan umat ini untuk bersedekah.
Cara Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memakan kurma:
Imam ibnul Qayyim menjelaskan bahwa zubdah (keju) dapat berfungsi melunakan
tinja, melemaskan syaraf dan pembengkakan empedu dan kerongkongan. Jika
dioleskan gusi bayi, akan mempercepat pertumbuhan gigi.
Rasa panas yang ada pada kurma dapat menyeimbangkan rasa dingin pada mentimun,
karena mentimun agak sulit dicerna di lambung , dingin dan kadang berbahaya.
Sungguh pelajaran yang agung dari Rasul kita.
Hadits
ini mengandung hikmah agung secara kesehatan,yang diperlukan oleh orang yang
berpuasa adalah zat gula yang mudah diserap oleh darah, lambung dan usus. Zat
gula (glukosa dan fruktosa) memerlukan waktu 5-10 menit untuk diserap dalam
usus manusia ketika dalam keadaan kosong. Sehingga waktu tersebut dapat
digunakan sementara untuk menjalankan sholat maghrib.
- Memerintahkan jangan membuang kurma yang di dalamnya terdapat ulat, namun membersihkannya, HR. Abu Dawud no.3832.
Kurma sangat baik untuk menjadi bekal, bahkan pada waktu perang. HR. Muslim no.1910.
Kurma untuk mentahnik bayi, HR. Al Bukhari no. 5467,3909,5469,5470 dan Muslim no. 2145,2146
- Anjuran mentahnik bayi yang baru dilahirkan adalah
sunnah, berdasarkan ijma'.
- Hendaknya yang mentahnik adalah orang yang shalih, baik laki-laki maupun perempuan.
- Lebih utama mentahnik dengan kurma
- Memberikan kesempatan kepada orang yang shalih untuk memberi nama.

Komentar
Posting Komentar